Pernah melihat film Crows Zero bukan, yang kisah filmnya tentang tawuran
antar geng di Jepang dengan pemeran utamanya bernama Genji Takiya.
Namun kali ini tidak membahas tentang film crows zero itu sendiri namun
akan membahas keunikan tentang saat kelulusan sekolah. Ingin tahu apa hal yang membedakan tradisi saat lulusan sekolah di Jepang dan Negara lainnya berikut informasinya.
hal yang unik ini bisa menjadi informasi yang
menyenangkan salah satunya dengan tradisi kelulusan di Jepang. Mengambil
kancing seragam sekolah (Gakuran) cowok idola saat kelulusan sekolah
adalah tradisi cewek2 pelajar di Jepang. Kancing gakuran yang letaknya
paling dekat dengan hati adalah kancing yg diperebutkan oleh para cewek
dan biasanya diambil duluan oleh pacar atau gebetan. Karena menandakan
kedekatan hati dengan seseorang. Laki2 yang kancing Gakurannya habis
karna diambil cewek2 adalah laki2 yang populer begitupun kebalikannya,
laki-laki yang utuh kancing seragamnya pun bukan orang populer.
Sedangkan, Cewek yang paling banyak mendapatkan kancing Gakuran adalah
cewek yang populer di mata cowok. Perlu diketahui, kancing tersebut
boleh diambil atas ijin cowok terlebih dahulu.
Senin, 10 Maret 2014
Indah Dilihat
Moshi-moshi minasan, kita sudah tahu tentang bagaimana cara siswi Jepang
dalam menggunakan seragam sekolah melalui media internet atau di
televisi. Siswi-siswi Jepang memiliki seragam yang modis, unik dan
seksi. Hampir semua siswi Jepang memakai seragam sekolah dengan rok mini yang
berada jauh di atas lutut. Menarik bukan untuk dibahas ??Ingin tahu
selengkapnya, simak berikut ini supaya menambah wawasan kita semua.
Ada sebuah sumber yang menyebutkan, rata-rata rok siswi Jepang 16,7 Cm
di atas lutut. Tidak hanya itu, ada rumor yang menyebutkan, bahwa ada
sekolah-sekolah tertentu yang mewajibkan siswa perempuannya untuk tidak
memakai celana dalam. Dahulu seragam sekolah di Jepang tidak seperti
sekarang ini sama seperti seragam sekolah yang sekarang ada di
Indonesia. Baju lengan pendek dengan rok pas lutut. Lalu apa yang
menyebabkan seragam sekolah siswa Jepang menjadi seperti sekarang ini?
Zaman dahulu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah
yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika beraktifitas
terutama berolahraga. Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan model
seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju
Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di
Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri.
Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka
Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan
baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim
dikenakan. Kendala selanjutnya gerakan anak2 masih terhambat karena rok
yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun
datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang
memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok
berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah
itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok
lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang
semakin pendek dan seksi.
Seifuku
Sera fuku atau seifuku (kemudian lebih dikenal dengan Sailor Seifuku) merupakan salah satu ikon pop culture di Jepang. Para pecinta anime atau manga sudah tentu sangat akrab dengan seragam yang satu ini. Kemeja putih dengan dasi khas pelaut serta rok berlepitnya, membuat seifuku terlihat sangat menarik dan manis. Bahkan saking terkenalnya, seifuku telah menjadi inspirasi penting bagi para desainer di seluruh dunia.
Berawal dari Elizabeth Lee, yang diyakini sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan seragam sekolah Sailor di Jepang pada tahun 1921. Elizabeth Lee adalah Kepala Sekolah Fukuoka Jo Gakuin. Sebelumnya, Elizabeth menghabiskan sekolahnya di Inggris, tempat dimana ‘asal' seragam Sailor. Sailor uniform merupakan seragam yang digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada saat itu.
Pada awal 1900-an, di Eropa sedang booming mode pakaian seragam Sailor. Seragam Sailor ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-17 di Eropa, tepatnya pada 1628 saat seragam model Sailor ini menjadi seragam resmi dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
Salah seorang yang berjasa mempopulerkan seragam Sailor di Eropa adalah Pangeran Edward VII dari Inggris. Sebuah lukisan yang menampilkan sosoknya dalam pakaian sailor saat berusia 5 tahun, yang dianggap banyak orang pada masa itu begitu mempesona, membuat popularitas seragam sailor berkembang di antara anak-anak dan kaum muda di Eropa.
Saat pengaruh Sailor Seifuku masuk ke Jepang, saat itu Jepang tengah berada pada era restorasi Meiji, masa-masa dimana pengaruh dunia Barat sangat deras masuk ke Jepang dan demokrasi sedang berkembang pesat. Eksistensi kaum wanita mulai diakui dan mereka sudah tidak sungkan lagi untuk meninggalkan tradisi lama, salah satunya adalah meninggalkan tradisi fashion lama, yaitu untuk selalu berpakaian kimono. Hal ini yang membuat sailor seifuku menjadi begitu populer di kalangan wanita, terutama kalangan pelajar hingga sekolah-sekolah saat itu menggunakan desain sailor sebagai seragam sekolahnya.
Setiap sekolah mempunya desain seragam sailor yang berbeda-beda. Hal ini ternyata, disadari atau tidak oleh pihak sekolah, menjadi daya tarik bagi para calon siswa. Bahkan tidak sedikit siswa yang mendaftar di sebuah sekolah hanya karena seragam sailornya yang keren.
Langganan:
Postingan (Atom)






